INTERESTING TASTE? AH SUDAHLAH
Aku mendengar kabar itu dari kamu dengan nada santai, seperti sedang mengumumkan hal kecil yang tidak terlalu penting. Kamu bilang sekarang sudah punya significant other. Aku tentu saja tersenyum, karena manusia yang beradab tidak boleh terlihat terlalu terkejut. Padahal di dalam hati aku sedang menegosiasikan banyak perasaan sekaligus. Aku mencoba menerima bahwa posisi yang dulu aku harapkan, kini ditempati oleh seseorang yang kamu sebut dengan penuh bangga itu. Aku berusaha berpikir positif tentang your chosen one. Kamu bilang dia baik, perhatian, dan punya selera humor yang lucu. Aku mengangguk saja, karena imajinasi manusia memang luas sekali. Tapi ketika aku melihat fotonya, aku mulai memahami satu teori lama. Rupanya benar, love is blind, bahkan kadang seperti lampu yang sengaja dimatikan dari awal. Tapi tenang saja, aku bukan orang yang mudah menghina. Aku sangat menjaga etika ketika membicarakan your special person. Bahkan ketika aku melihat wajahnya yang penuh karakter itu, ak...