SEMESTA MEMOHON SEDANG KAMU MASIH ABAI
Sudah sekian lama aku mencoba menyapamu kembali, ternyata kamu memang benar-benar abai. Aku tidak tahu sejak kapan sapaan sederhana dariku menjadi sesuatu yang tidak lagi kamu anggap perlu untuk dijawab. Barangkali aku terlalu lama berdiri di depan pintu yang sudah tidak lagi kamu buka, sementara aku masih mengira ada ruang kecil yang tersisa untuk sekadar berbicara. Aku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu, bagaimana hidupmu setelah sekian lama, dan apakah masih ada sedikit ruang bagimu untuk mengenalku kembali. Sepertinya hubunganmu yg sebelumnya yg aku anggap tidak bertahan lama sudah kandas. Aku pernah mengira kisah itu akan berlangsung lebih lama, sebab dari jauh aku melihatnya seperti sesuatu yang sudah menemukan tempatnya sendiri. Tetapi waktu rupanya memiliki kehendak lain. Ada hubungan yang terlihat kokoh dari kejauhan, tetapi ternyata hanya menunggu musim berganti untuk runtuh dengan sendirinya. Dan aku, yang hanya mampu melihat dari jarak yang aman, kembali bertany...