Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

NAKAL SILAKAN, BAJINGAN JANGAN

Gambar
Tuhan menciptakan manusia dengan dua hal yang selalu berjalan beriringan: kehormatan dan pilihan. Kehormatan itu dijaga dalam diam, sementara pilihan sering kali diuji dalam keramaian. Di antara keduanya, manusia kerap lupa—bahwa yang hilang tidak selalu kembali, dan yang retak tidak selalu bisa dipulihkan seperti semula. Di banyak sudut kehidupan, aku melihat cerita yang sama berulang. Anak-anak muda berjalan tanpa arah yang jelas, seolah dunia tidak punya batas. Malam dijadikan tempat membuang kesadaran, dan siang hanya sisa dari lelah yang tidak pernah diakui. Mereka menyebutnya hidup, padahal sering kali itu hanya cara halus untuk menghindari pulang. Masyarakat punya caranya sendiri dalam menyimpan cerita. Tidak semua diucapkan, tapi hampir semua dipahami. Ada bisik-bisik yang beredar tanpa nama, ada pandangan yang cukup menjelaskan tanpa kata. Noda-noda yang seharusnya tersembunyi tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya berpindah dari ingatan ke ingatan, menunggu wakt...

SABTU TIDAK BERSAMA BAPAK

Gambar
Aku tidak pernah membuat wishlist seseorang yang aku sayang pergi begitu saja. Barangkali dunia berjalan berdasar pada alam, makhluk hidup, lingkungan dan dengan pertanda-pertandanya. Siapa yang membuat keputusan untuk menghilangkan nyawa seseorang? siapa yang berhak? siapa yang berhak mengatur seseorang pergi dari dunia ini? Aku tidak menduga, semua keyakinan entah dalam ilmu religi, ilmu nenek moyang, semua berkaitan. Takdir memang unik dan sulit diprediksi. Aku punya seorang panutan dan kepala keluarga yang hebat. Simbol cinta, perjuangan, harapan, tanggung jawab dan hampir setiap kepala keluarga yang baik pasti melakukannya. Aku selalu percaya diri pada setiap langkah yang aku putuskan, karena aku percaya banyak orang-orang berdo'a dibelakangku yang membuat jalanku terus kuat dan langgeng. Ada banyak hal yang ingin aku persembahkan sebetulnya. Namun baru segelintir saja yang terasa. Alam pun terluka dan ikut menangis. Perihal Sedih barangkali ada orang lain lebih pa...

TERLIHAT CANTIK, LEWAT BEGITU SAJA

Gambar
Dulu, bahkan sebelum aku benar-benar mengerti arti jatuh hati, namamu sudah diam-diam menetap di pikiranku. Kali pertama aku menyukaimu, saat itu aku melihatmu muncul di sosial media wali kelasku—atau mungkin hanya sekadar bayangan yang terlalu ingin kupercaya. Sejak itu aku seperti mencari sesuatu yang belum tentu ada, menelusuri satu per satu nama di daftar hadir, berharap ada jejak yang mengarah padamu. Dan ketika aku merasa menemukan namamu, semuanya terasa sederhana, tapi anehnya begitu indah—seolah sejak saat itu aku tahu, aku tidak akan benar-benar melupakanmu. Untuk waktu yang panjang, aku hanya menyimpan semuanya sendiri. Aku tumbuh, berpindah dari satu fase ke fase lain, dari seragam sekolah hingga akhirnya berdiri di dunia yang lebih nyata. Tapi di antara semua perubahan itu, ada satu hal yang tidak berubah: perasaanku padamu tetap di tempat yang sama. Aku tidak pernah benar-benar tahu bagaimana cara mendekatimu. Setiap kali ada kesempatan, aku memilih diam, seol...