12 + 12 = YOU

Ada hal-hal yang kadang lebih mudah dipahami lewat angka daripada lewat perasaan. Dalam matematika, dua belas ditambah dua belas selalu berakhir pada angka yang sama. Tidak pernah berubah, tidak pernah ragu. Rumusnya sederhana, jawabannya pasti. Tapi anehnya, setiap kali aku melihat hasil itu, pikiranku justru tidak berhenti pada angka.

Bertahun-tahun aku mencoba memahami banyak hal dengan cara yang rasional. Aku percaya bahwa dunia berjalan dengan hukum yang jelas—seperti sains yang menjelaskan sebab dan akibat, atau matematika yang menenangkan karena segala sesuatu bisa dihitung. Namun ada satu bagian dari hidup yang tidak pernah berhasil kujelaskan dengan logika yang sama. Setiap kali aku mencoba menyederhanakannya, hasilnya selalu kembali pada satu hal yang sama: kamu.

Awalnya mungkin hanya kebetulan kecil. Sebuah angka, sebuah tanggal, lalu ingatan yang muncul tanpa diminta. Lama-lama aku menyadari bahwa beberapa hal memang tidak datang untuk dijelaskan, melainkan untuk dirasakan. Seperti persamaan yang terlihat sederhana di luar, tapi menyimpan makna yang hanya dimengerti oleh orang yang menuliskannya.

Aku tidak pernah benar-benar mengatakan apa pun tentang ini. Tidak ada pengakuan besar, tidak ada kalimat dramatis yang mencoba mengubah arah cerita. Aku hanya membiarkan waktu berjalan sebagaimana mestinya, sambil sesekali tersenyum pada kebetulan yang terus berulang setiap tahun. Bagi orang lain, mungkin itu hanya tanggal biasa di kalender.

Tapi bagiku, selalu ada sesuatu yang berbeda di sana. Sebuah angka yang sederhana, namun entah bagaimana selalu mengingatkanku pada seseorang yang telah lama tinggal dalam pikiranku.

> Karena pada akhirnya, ada perasaan yang tidak bisa dihitung dengan angka—meskipun semuanya selalu bermula dari 12 + 12 = You.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN HARI RAYA

KENAPA TIDAK MEMILIH MENJADI SEPERTI KARTINI?

SEUTAS KALIMAT PERSEMBAHAN