JOGJA SEMINGGU SEKALI
Ada orang yang mengukur cinta dengan kata-kata, ada yang dengan kehadiran. Tapi aku mengukurnya dengan perjalanan—sebuah kebiasaan yang berulang, seperti langkah yang selalu tahu ke mana harus pergi, meski tidak pernah yakin apa yang akan ditemukan di sana. Dalam perjalanan itu, sesekali aku duduk di kursi kereta, melihat dunia bergerak dari balik jendela, dan menyadari bahwa tidak semua yang kita tuju benar-benar menunggu. Setiap minggu, aku belajar mengukur rindu dengan jarak. Bukan lagi soal hari, tapi tentang bagaimana aku menata waktu hanya untuk sampai padamu. Perjalanan itu selalu terasa serupa—orang-orang datang dan pergi, jalanan yang berulang, dan aku yang diam-diam membawa satu tujuan yang sama. Aku hafal ritmenya. Tiket yang dipesan jauh hari, tas kecil yang isinya tidak pernah banyak, dan harapan yang selalu kubawa lebih berat dari barang bawaan. Di tengah perjalanan, aku sering bertanya pada diri sendiri, apakah semua ini sepadan? Tapi seperti langkah yang sud...