Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

JOGJA SEMINGGU SEKALI

Gambar
Ada orang yang mengukur cinta dengan kata-kata, ada yang dengan kehadiran. Tapi aku mengukurnya dengan perjalanan—sebuah kebiasaan yang berulang, seperti langkah yang selalu tahu ke mana harus pergi, meski tidak pernah yakin apa yang akan ditemukan di sana. Dalam perjalanan itu, sesekali aku duduk di kursi kereta, melihat dunia bergerak dari balik jendela, dan menyadari bahwa tidak semua yang kita tuju benar-benar menunggu. Setiap minggu, aku belajar mengukur rindu dengan jarak. Bukan lagi soal hari, tapi tentang bagaimana aku menata waktu hanya untuk sampai padamu. Perjalanan itu selalu terasa serupa—orang-orang datang dan pergi, jalanan yang berulang, dan aku yang diam-diam membawa satu tujuan yang sama. Aku hafal ritmenya. Tiket yang dipesan jauh hari, tas kecil yang isinya tidak pernah banyak, dan harapan yang selalu kubawa lebih berat dari barang bawaan. Di tengah perjalanan, aku sering bertanya pada diri sendiri, apakah semua ini sepadan? Tapi seperti langkah yang sud...

JARAK YANG TIBA-TIBA NYATA

Aku tidak merencanakan pertemuan itu. Langkahku biasa saja, pikiranku kosong, sampai mataku menangkap sosok yang begitu kukenal—kamu. Dunia tidak berhenti, tidak ada musik latar, hanya detik yang terasa lebih lambat dari biasanya. Lalu aku melihatnya: kamu berjalan di samping seorang lelaki, terlalu dekat untuk disebut kebetulan. Di situ, jarak yang selama ini samar mendadak menjadi nyata. Aku berdiri sejenak, cukup lama untuk menyadari bahwa perasaanku belum sepenuhnya pergi. Tapi juga cukup singkat untuk tidak mempermalukan diriku sendiri. Kamu tampak baik-baik saja, bahkan lebih tenang dari terakhir kali kita berbincang. Senyummu tidak berubah, hanya tujuannya yang kini berbeda. Dan entah kenapa, melihatmu utuh di hidup orang lain terasa seperti membaca kalimat penutup dari buku yang tak pernah sempat kuselesaikan. Aku tidak marah. Tidak juga ingin bertanya. Ada fase di mana hati sudah terlalu lelah untuk menuntut penjelasan. Aku hanya mengangguk kecil, pada diriku sendiri, seolah b...