Postingan

SISA HARI

Gambar
Masih tentang hujan, aku bosan seharian hanya mendengar suara rintikan. Deras tidak deras reda pun masih lama. Entah ku sebut apa jenis hujan ini. Hawa dingin selalu menyelimuti. Aku hanya ingin meminum secangkir jahe hangat agar saat memikirkanmu, isi kepalaku tidak begitu kaku. Aku masih percaya takdir Tuhan, bagaimana Tuhan mengatur segala skenarionya agar tetap bisa mempertemukan kita. Aku juga masih sangat yakin, tulisan-tulisan yang sudah menjadi kisi dari atas langit sana tetap terjaga dengan rapi. Mungkin bagi orang lain terdengar khayal dan mustahil. Tapi, tidak berlaku bagiku. Jujur aku sempat khawatir dengan keadaanmu. Setelah terakhir kali aku melihat bola matamu. Aku merasa cemas, sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja. Kamu yang biasanya terlihat ceria kenapa malah terlihat pucat dan lesu. Tapi aku harap dugaanku salah. Kalau boleh tebak menebak, kamu juga sedang berperang dengan pikiranmu. Namun, aku tidak begitu paham secara mendetail apa yang sedang te...

MEMBACA KEBESARAN TUHAN

Gambar
Langit kembang-kempis suara geluduk menggelegar dan hujan tak kunjung mengguyur tanah. udara hangat dingin di atmosfer selalu saja berseteru tanpa jeda. Entah hujannya merasa malu atau awan mendung sungkan melihat bumi dibanjiri air mata yang menggenang terus terusan. Atau malahan ada Malaikat yang sengaja diutus untuk mengurus kasus asmara, biar tidak ada manusia terbawa arus dan ujung-ujungnya kisah kasihnya mati tak terurus. kalau memang ada, aku sangat ingin bercerita dan diberikan wejangan tiap malam. Agar saat pikiranku kumat, aku tenang dan tidak gila-gilaan memikirkanmu. Rupanya aku masih sering berandai tentang dirimu. Meski aku sadar berandai pada manusia hanya sebuah kekosongan akal semata. Saat tiba esok, siang hari sampai dijemput petang. Bahkan, dari gelap gulita hingga pagi buta. Sialnya, masih saja aku mengingatmu padahal sudah aku coba untuk benar-benar melupakanmu. Aku tidak ingin menjadi hamba yang ragu. Kalau aku hanya berpacu dengan satu gadis, sama hal...

KALAU KASIH MENYAMBAR PULAU SEBERANG

Gambar
Sehelai pasmina menampar raut pasang muka, kaki-kaki dari beribu janji patah terkhianati. Senyum ayu gadis lugu sudah menjadi palsu. Sentuhan tangan mungil hanya sebatas rayu, dan kalimat yang sempat terucap semata syair lagu. Sungguh tak ada keraguan lagi bagiku. Kali ini, aku ingin benar-benar melupakanmu. Bagiku melupakan adalah prasarana singkat agar hati lekas kembali pulih dengan cepat.  Aku mungkin sebagian kecil ceritamu. Dari sekian orang yang selama ini kamu temani. Aku hanya segelintir ruang yang mungkin ada di kepalamu. Aku hanya secuil gelimang pasang nyawa yang ada di hatimu. Atau bahkan tidak sama sekali. Apa aku yang terlalu berlebihan dalam memahami isi hati? Aku tidak pandai membedakan antara mata tulus dan mata yang sekedar mengasihani. Semuanya sama, sama-sama indah untuk aku pandang. Setelah beberapa pekan dalam fase pemulihan diri, aku mencoba menyambangi tempat langka. Tempat sepi dari cerita palsu. Dalam rangka mencari ketenangan isi hati, aku me...

BOLEHKAH SEORANG PRIA MERASA KECEWA?

Gambar
Waktu telah berganti seketika. Saat titik angka enam tertunjuk lurus oleh jarum jam. Sementara yang lain sudah tertulis jam delapan. Pantas saja suka terlambat datang (di hatimu). Kata sapa paling indah, tanpa menguras kantong lemah adalah ucapan selamat pagi untuk orang-orang yang suka berpenampilan mewah nan megah. Modis nan klimis.  Padahal banyak sekali manusia ceria tampil apa adanya.  Terlalu sibuk beraktivitas, sampai lupa kalau sebenarnya tubuh juga butuh istirahat. Urat butuh diurut dan kulit butuh dipijit. Aku ingin berpenampilan apa adanya, namun hatiku terasa kacau luar biasa. Dalam memahami sifatmu, misalnya. Ada beberapa kontradiksi yang membuatku sering pesimis dalam mendamba gadis sepertimu. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Aku masih menjadi manusia biasa, yang tak pantas jika harus disebut seorang pandai pembawa damai. Kepada aku yang tidak pandai berterima kasih dan meminta maaf. Entah aku yang tidak tahu diri terhadap diriku sendiri, atau d...

KOPI MEMANG NIKMAT, DIRIMU JAUH LEBIH MEMIKAT

Gambar
Petang merangkul, suara Garengpung sedang berpadu. Entah itu bernyanyi atau meringkik atas segala kesedihan. Aku tidak begitu paham. Maaf saja jika hari ini aku akan tidur lebih awal. Aku siap, andaikan harus bermimpi bertemu denganmu dalam tidur lelapku. Sengaja tidak begadang sampai larut, sebab aku tidak ingin disebut sebagai   Nyctophilia. Kondisi dimana seseorang menyukai kegelapan tengah malam. Aku ingatkan sekali lagi, aku hanya menyukai gadis yang sama. Selain itu, juga karena aku ingin disambut indahnya embun pagi yang selalu setia menanti mentari.  Fajar telah tiba , seketika terdengar suara gemericik air. Ku kira rintik hujan yang hampir saja menghalangiku agar tidak jadi bepergian, ternyata temanku yang sudah bangun lebih duluan. Tumben dia bangun pagi biasanya juga siang hari. Aku berikan apresiasi, karena dia bisa menikmati dingin di kala tiba hari Senin. Seninku berbeda tidak seperti orang pada umumnya, kebanyakan mereka diserang kesibukan. Bagiku Se...

KETIKA SAMBAL MENJADI SIMBOL

Gambar
Adakah waktu dimana seseorang merasa jenuh dan ingin mencari angin segar untuk dihirup? Benar aku orangnya. Seringkali tidak pernah kudapati seseorang untuk aku ajak bertukar isi kepala. Jangan salah paham. Hanya karena kamu satu-satunya yang aku pikirkan, bukan berarti aku menukarkanmu dari kepalaku. Bukan!! Tapi sebagai teman bercerita maksudku. Tidak ada satupun.  Malam itu aku mencoba untuk keluar, aku melihat banyak orang lewat berpasangan-pasangan. Aku jadi penasaran, bagaimana cara mereka menjalin kasih. Sebenarnya aku tidak ingin memikirkan hal lain selain dirimu, tapi mereka terlihat mesra. Dan memaksaku untuk berpikir lebih jauh. Apakah mereka sepasang suami-istri atau hanya sekedar praktek berumah tangga? Padahal dulu, seringkali belajar ilmu agama. Waktu masih kecil misalnya. Oh iya, sekarang sudah beranjak dewasa dan jauh dari orang tua. Sepertinya sah-sah saja. Begitu bukan? Aku masih bingung, tempat mana yang harus aku tuju. Setengah perjalanan, tiba-tiba...

MENDAMBA PENDAKIAN

Gambar
Sepertinya aku harus menuntaskan apa yang pernah kita dambakan, melunasi apa yang menjadi cita-cita dari sekian cerita. Aku berjalan ke puncak pendakian walau tanpa dirimu. Aku terus melangkahkan kakiku. Menerjang rintik hujan dan aku selalu mengingat namamu di setiap perjalananku. Tidak hanya itu, yang ku kira selama perjalanan aku ditemani rasa sepi. Ternyata pradugaku salah, aku bertemu banyak orang yang menyapaku dan senantiasa memberikan semangat di sela-sela badanku sudah terasa penat. Di sepertiga perjalanan aku sudah disambut oleh hujan, apakah ini tanda alam agar air mataku tetap ku tahan dan cukup air hujan saja yang berjatuhan? Aku mulai kewalahan menerima tanda yang sudah diberikan tuhan, apakah tuhan memintaku agar tetap menuangkan namamu dalam doa-doa ku dan memberikanku lampu hijau untuk memperjuangkan gadis sepertimu? Setidaknya ada tanda darimu dengan menaruh sedikit kepekaan, agar perjuanganku tidak mati sia-sia. Aku tidak begitu pandai dalam membaca tanda...