Postingan

KALAU KASIH MENYAMBAR PULAU SEBERANG

Gambar
Sehelai pasmina menampar raut pasang muka, kaki-kaki dari beribu janji patah terkhianati. Senyum ayu gadis lugu sudah menjadi palsu. Sentuhan tangan mungil hanya sebatas rayu, dan kalimat yang sempat terucap semata syair lagu. Sungguh tak ada keraguan lagi bagiku. Kali ini, aku ingin benar-benar melupakanmu. Bagiku melupakan adalah prasarana singkat agar hati lekas kembali pulih dengan cepat.  Aku mungkin sebagian kecil ceritamu. Dari sekian orang yang selama ini kamu temani. Aku hanya segelintir ruang yang mungkin ada di kepalamu. Aku hanya secuil gelimang pasang nyawa yang ada di hatimu. Atau bahkan tidak sama sekali. Apa aku yang terlalu berlebihan dalam memahami isi hati? Aku tidak pandai membedakan antara mata tulus dan mata yang sekedar mengasihani. Semuanya sama, sama-sama indah untuk aku pandang. Setelah beberapa pekan dalam fase pemulihan diri, aku mencoba menyambangi tempat langka. Tempat sepi dari cerita palsu. Dalam rangka mencari ketenangan isi hati, aku me...

BOLEHKAH SEORANG PRIA MERASA KECEWA?

Gambar
Waktu telah berganti seketika. Saat titik angka enam tertunjuk lurus oleh jarum jam. Sementara yang lain sudah tertulis jam delapan. Pantas saja suka terlambat datang (di hatimu). Kata sapa paling indah, tanpa menguras kantong lemah adalah ucapan selamat pagi untuk orang-orang yang suka berpenampilan mewah nan megah. Modis nan klimis.  Padahal banyak sekali manusia ceria tampil apa adanya.  Terlalu sibuk beraktivitas, sampai lupa kalau sebenarnya tubuh juga butuh istirahat. Urat butuh diurut dan kulit butuh dipijit. Aku ingin berpenampilan apa adanya, namun hatiku terasa kacau luar biasa. Dalam memahami sifatmu, misalnya. Ada beberapa kontradiksi yang membuatku sering pesimis dalam mendamba gadis sepertimu. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Aku masih menjadi manusia biasa, yang tak pantas jika harus disebut seorang pandai pembawa damai. Kepada aku yang tidak pandai berterima kasih dan meminta maaf. Entah aku yang tidak tahu diri terhadap diriku sendiri, atau d...

KOPI MEMANG NIKMAT, DIRIMU JAUH LEBIH MEMIKAT

Gambar
Petang merangkul, suara Garengpung sedang berpadu. Entah itu bernyanyi atau meringkik atas segala kesedihan. Aku tidak begitu paham. Maaf saja jika hari ini aku akan tidur lebih awal. Aku siap, andaikan harus bermimpi bertemu denganmu dalam tidur lelapku. Sengaja tidak begadang sampai larut, sebab aku tidak ingin disebut sebagai   Nyctophilia. Kondisi dimana seseorang menyukai kegelapan tengah malam. Aku ingatkan sekali lagi, aku hanya menyukai gadis yang sama. Selain itu, juga karena aku ingin disambut indahnya embun pagi yang selalu setia menanti mentari.  Fajar telah tiba , seketika terdengar suara gemericik air. Ku kira rintik hujan yang hampir saja menghalangiku agar tidak jadi bepergian, ternyata temanku yang sudah bangun lebih duluan. Tumben dia bangun pagi biasanya juga siang hari. Aku berikan apresiasi, karena dia bisa menikmati dingin di kala tiba hari Senin. Seninku berbeda tidak seperti orang pada umumnya, kebanyakan mereka diserang kesibukan. Bagiku Se...

KETIKA SAMBAL MENJADI SIMBOL

Gambar
Adakah waktu dimana seseorang merasa jenuh dan ingin mencari angin segar untuk dihirup? Benar aku orangnya. Seringkali tidak pernah kudapati seseorang untuk aku ajak bertukar isi kepala. Jangan salah paham. Hanya karena kamu satu-satunya yang aku pikirkan, bukan berarti aku menukarkanmu dari kepalaku. Bukan!! Tapi sebagai teman bercerita maksudku. Tidak ada satupun.  Malam itu aku mencoba untuk keluar, aku melihat banyak orang lewat berpasangan-pasangan. Aku jadi penasaran, bagaimana cara mereka menjalin kasih. Sebenarnya aku tidak ingin memikirkan hal lain selain dirimu, tapi mereka terlihat mesra. Dan memaksaku untuk berpikir lebih jauh. Apakah mereka sepasang suami-istri atau hanya sekedar praktek berumah tangga? Padahal dulu, seringkali belajar ilmu agama. Waktu masih kecil misalnya. Oh iya, sekarang sudah beranjak dewasa dan jauh dari orang tua. Sepertinya sah-sah saja. Begitu bukan? Aku masih bingung, tempat mana yang harus aku tuju. Setengah perjalanan, tiba-tiba...

MENDAMBA PENDAKIAN

Gambar
Sepertinya aku harus menuntaskan apa yang pernah kita dambakan, melunasi apa yang menjadi cita-cita dari sekian cerita. Aku berjalan ke puncak pendakian walau tanpa dirimu. Aku terus melangkahkan kakiku. Menerjang rintik hujan dan aku selalu mengingat namamu di setiap perjalananku. Tidak hanya itu, yang ku kira selama perjalanan aku ditemani rasa sepi. Ternyata pradugaku salah, aku bertemu banyak orang yang menyapaku dan senantiasa memberikan semangat di sela-sela badanku sudah terasa penat. Di sepertiga perjalanan aku sudah disambut oleh hujan, apakah ini tanda alam agar air mataku tetap ku tahan dan cukup air hujan saja yang berjatuhan? Aku mulai kewalahan menerima tanda yang sudah diberikan tuhan, apakah tuhan memintaku agar tetap menuangkan namamu dalam doa-doa ku dan memberikanku lampu hijau untuk memperjuangkan gadis sepertimu? Setidaknya ada tanda darimu dengan menaruh sedikit kepekaan, agar perjuanganku tidak mati sia-sia. Aku tidak begitu pandai dalam membaca tanda...

PADA ABAI, RINDU MENYAPA

Gambar
Kemarin hujan, banyak rintik air berjatuhan. Semoga air mataku tidak turut jatuh berlarut-larut. Dua batin tanpa kantuk tak kunjung terpaut. Rupanya, hal yang aku khawatirkan sedang terjadi, rindu dan hujan telah menyatu. Aku basah kuyup diguyur rindu. hatiku terbanjiri, bahkan sampai ke urat-urat nadi. Sementara tidak ada tim penolong manapun yang mampu mengevakuasi. Bisakah kamu datang menghampiri untuk pertama kali? Rindu tiba, Seperti biasa aku hanya bisa membuka album foto lama di ponselku, mencari-cari siapa tahu masih ada gambar cantikmu. Padahal cukup dengan aku menutup mata, sosokmu yang tak lagi lugu itu, bisa langsung terlukis di pikiranku. Saat tertutup kerudung segi empat, wajahmu pekat dan ingatanku tentangmu masih sangatlah kuat. Apalagi saat melihatmu memakai kerudung bergo, terlihat alami tanpa balutan bedak sedikitpun. Bagaimana mungkin aku bisa memalingkan pandangan. Kata orang, yang cantik banyak. Namun yang sepertimu amat sangat langka. Mungkin kamu sat...

KITA LAHIR DI BULAN YANG SAMA

Gambar
Takdir mempunyai rincian khusus terperinci, saat kita tidak mengenal masing-masing diri. Menang diatas mimbar kenyataan. Dibawah tumpuan air mata menyakitkan. Saat berlari menghindari tolakan bisu mengganggu. Kita selalu berharap pada kata pasti. Berlindung pada kenyamanan luka. Memohon keharibaan pencipta agar tidak akan pernah terjadi lagi kepatahan hati. Saat tidak ada seorangpun yang tahu tentang sendang abadi. Sedang kita sibuk menghindar dengan alasan hilang. Kita amunisi lupa terkonspirasi oleh duka. Saat waktu tidur telah usai, kamu selalu memintaku untuk membangunkanmu. Begitupun sebaliknya, saat waktu bangun telah usai, kamu memintaku untuk segera tidur. Tidak boleh kemalaman. Sampai ada kata paksa dan berebut perintah. "Kamu tidur dulu ya!" "Kamu tidur dulu ya!" "Tidak, tidak kamu saja tidur sana." Pada akhirnya, kita menghitung angka bersama. Kadang kala saat teringat kisah seperti itu, beberapa air mata sengaja jatuh. Tanpa ada ali...