Postingan

KETIKA SAMBAL MENJADI SIMBOL

Gambar
Adakah waktu dimana seseorang merasa jenuh dan ingin mencari angin segar untuk dihirup? Benar aku orangnya. Seringkali tidak pernah kudapati seseorang untuk aku ajak bertukar isi kepala. Jangan salah paham. Hanya karena kamu satu-satunya yang aku pikirkan, bukan berarti aku menukarkanmu dari kepalaku. Bukan!! Tapi sebagai teman bercerita maksudku. Tidak ada satupun.  Malam itu aku mencoba untuk keluar, aku melihat banyak orang lewat berpasangan-pasangan. Aku jadi penasaran, bagaimana cara mereka menjalin kasih. Sebenarnya aku tidak ingin memikirkan hal lain selain dirimu, tapi mereka terlihat mesra. Dan memaksaku untuk berpikir lebih jauh. Apakah mereka sepasang suami-istri atau hanya sekedar praktek berumah tangga? Padahal dulu, seringkali belajar ilmu agama. Waktu masih kecil misalnya. Oh iya, sekarang sudah beranjak dewasa dan jauh dari orang tua. Sepertinya sah-sah saja. Begitu bukan? Aku masih bingung, tempat mana yang harus aku tuju. Setengah perjalanan, tiba-tiba...

MENDAMBA PENDAKIAN

Gambar
Sepertinya aku harus menuntaskan apa yang pernah kita dambakan, melunasi apa yang menjadi cita-cita dari sekian cerita. Aku berjalan ke puncak pendakian walau tanpa dirimu. Aku terus melangkahkan kakiku. Menerjang rintik hujan dan aku selalu mengingat namamu di setiap perjalananku. Tidak hanya itu, yang ku kira selama perjalanan aku ditemani rasa sepi. Ternyata pradugaku salah, aku bertemu banyak orang yang menyapaku dan senantiasa memberikan semangat di sela-sela badanku sudah terasa penat. Di sepertiga perjalanan aku sudah disambut oleh hujan, apakah ini tanda alam agar air mataku tetap ku tahan dan cukup air hujan saja yang berjatuhan? Aku mulai kewalahan menerima tanda yang sudah diberikan tuhan, apakah tuhan memintaku agar tetap menuangkan namamu dalam doa-doa ku dan memberikanku lampu hijau untuk memperjuangkan gadis sepertimu? Setidaknya ada tanda darimu dengan menaruh sedikit kepekaan, agar perjuanganku tidak mati sia-sia. Aku tidak begitu pandai dalam membaca tanda...

PADA ABAI, RINDU MENYAPA

Gambar
Kemarin hujan, banyak rintik air berjatuhan. Semoga air mataku tidak turut jatuh berlarut-larut. Dua batin tanpa kantuk tak kunjung terpaut. Rupanya, hal yang aku khawatirkan sedang terjadi, rindu dan hujan telah menyatu. Aku basah kuyup diguyur rindu. hatiku terbanjiri, bahkan sampai ke urat-urat nadi. Sementara tidak ada tim penolong manapun yang mampu mengevakuasi. Bisakah kamu datang menghampiri untuk pertama kali? Rindu tiba, Seperti biasa aku hanya bisa membuka album foto lama di ponselku, mencari-cari siapa tahu masih ada gambar cantikmu. Padahal cukup dengan aku menutup mata, sosokmu yang tak lagi lugu itu, bisa langsung terlukis di pikiranku. Saat tertutup kerudung segi empat, wajahmu pekat dan ingatanku tentangmu masih sangatlah kuat. Apalagi saat melihatmu memakai kerudung bergo, terlihat alami tanpa balutan bedak sedikitpun. Bagaimana mungkin aku bisa memalingkan pandangan. Kata orang, yang cantik banyak. Namun yang sepertimu amat sangat langka. Mungkin kamu sat...

KITA LAHIR DI BULAN YANG SAMA

Gambar
Takdir mempunyai rincian khusus terperinci, saat kita tidak mengenal masing-masing diri. Menang diatas mimbar kenyataan. Dibawah tumpuan air mata menyakitkan. Saat berlari menghindari tolakan bisu mengganggu. Kita selalu berharap pada kata pasti. Berlindung pada kenyamanan luka. Memohon keharibaan pencipta agar tidak akan pernah terjadi lagi kepatahan hati. Saat tidak ada seorangpun yang tahu tentang sendang abadi. Sedang kita sibuk menghindar dengan alasan hilang. Kita amunisi lupa terkonspirasi oleh duka. Saat waktu tidur telah usai, kamu selalu memintaku untuk membangunkanmu. Begitupun sebaliknya, saat waktu bangun telah usai, kamu memintaku untuk segera tidur. Tidak boleh kemalaman. Sampai ada kata paksa dan berebut perintah. "Kamu tidur dulu ya!" "Kamu tidur dulu ya!" "Tidak, tidak kamu saja tidur sana." Pada akhirnya, kita menghitung angka bersama. Kadang kala saat teringat kisah seperti itu, beberapa air mata sengaja jatuh. Tanpa ada ali...

BEAUTY FRESH FLOWER

Gambar
Sabtu ini aku kembali ke rantauan, di kota dimana aku menemukan bola mata indah yang ada di wajahmu. Di tempat kali pertama lamunan-lamunanku mulai terisi oleh mu. Tidak seperti biasanya saat bepergian aku sering naik motor, sambil bernyanyi lagu acak. Kali ini aku mencoba hal baru dengan naik bus ekonomi yang ada di terminal. ketika ingin menaikinya harus menunggu dari pagi buta agar tidak ketinggalan. Aku suka bertemu dengan orang yang belum ku kenal, karena selain membuatku tenang aku nyaman dengan keasingan. Saat berada dalam bus, aku melihat banyak orang yang berasal dari berbagai macam kalangan. Dari mereka yang bekerja di pasar, kantoran, hingga anak sekolahan. Aku jadi teringat dengan sisi kecilku, saat ingin sekolah. Dahulu aku senang sekali sarapan nasi dicampur garam dan sedikit parutan kelapa. Tepat, aku tidak ingin sarapan jika tidak dibuatkan ibuku makanan semacam itu. Dan satu hal yang tidak pernah terpikirkan olehku adalah menjadi dewasa. Betul, aku khawatir...

DESIR PASIR DIPESISIR

Gambar
Sepasang samudra melambai meringkuk kesakitan, semesta menyiksa dan lautan pongah menyaksikan. Desir pasir menyisiri pesisir. Dua tangan mungil menyapa ombak tepat di depanmu. Ombak berderai membasahi dua kaki putih. Untaian kisah tetap menjadi angan dan tak kunjung terjalin kasih. Empat bola mata saling bertatap muka. Raut wajah menjadi simbol arah tuju perasaan ini terjelma. Jujur saja aku ingin bercerita, meski tidak banyak terpenting kamu memahami yang aku maksudkan. Satu hal perlu kamu ketahui, aku terus berandai kita jalan berdua di tepian pantai. Saling bercerita, berlari, mengukir nama dan melukis istana sederhana yang mungkin akan kita tempati. Sederhana saja tidak perlu megah, aku tidak ingin berteriak jika memanggil namamu. Cukup aku sebut sekali kamu langsung menghampiri.   Tapi, aku juga lupa ternyata kata saling sudah menjadi asing. Kata-kata yang dahulu mesra sekarang tidak bermakna, sedikitpun. Pantai menjadi tempat lamunan paling pantas dan tabah untuk ...

SELAIN PANDAI MEMIKATKU, KAMU PANDAI BERPOSE LUCU

Gambar
Hati teruntai berai saat semua orang berlomba merebutkan satu nyawa yang sama. Beberapa hadiah yang tersedia, bukanlah prioritas utama sebagai alasan kenapa banyak peserta yang mendaftar. Kecuali aku, aku serius mengikuti lomba itu. Ada satu hadiah yang benar-benar ingin aku perebutkan. Sebab aku tahu pasti, kamu adalah satu-satunya hadiah  yang ingin aku miliki. Kamu bukan aku perlombakan, kamu aku perjuangkan. Kira-kira perjuangan apa yang harus aku lakukan untuk merebutkan sesosok langka di semesta ini? Sepasang sepatuku sudah aku bersihkan. Tapi, aku masih bertanya-tanya, semacam apa lombanya? Jika itu lomba lari, akan aku kejar sampai kakiku berkapal-kapal. Jika itu bela diri, akan aku kuatkan diriku sepenuhnya. Karena selain diriku sendiri, dirimu juga aku jaga. Ternyata lombanya belum pernah aku dapati di sela-sela dunia. Lombanya rumit, merebut isi hati. Aku suka tantangan, aku suka rintangan dan aku juga suka kamu. Aku gigih berlatih untuk menjadi juara satu di...