SIKLUS ORANG KETIGA

Merenung tentang segala kondisi yang terjadi pada diri sendiri terkadang terasa berat, apalagi saat sebelum kita belum benar-benar siap untuk menerimanya. Aku pernah menjeda pikiranku untuk sehari tidak memikirkan apapun. Nyatanya hal tersebut hanya membuat diriku menjadi lesu, sampai terambang bingung. Hal paling menyakitkan yang melekat dalam pikiran selalu saja tentang hati. Saat terundung sakit seketika tubuh yang lain juga harus terbawa untuk merasakannya. Benar sakit paling menyakitkan masih dimenangkan sakit hati.

Sakit hati bermula dari berbagai macam cara, entah munculnya orang baru atau orang lama yang baru terkuak keberadaannya. Jelasnya kasus-kasus semacam itu membuat hati terasa sangat menyakitkan. Apakah orang sepertiku juga pernah merasakan? tentu. Hampir semua orang hilang arah hanya karena hati yang sakit. Sampai aku membuatnya menjadi siklus.

Putaran waktu yang berisi rangkaian pertemuan secara berulang tetap dan teratur dalam rangka menutupi semua simpanan yang ada. Aku membuatnya menjadi rangkaian khusus. Siklus orang ketiga bisa jadi muncul saat tertundanya orang pertama. Barangkali dahulu ada seseorang yang sangat diharapkan namun tidak pernah tergapai. Harapan kuat tumbuh dari awal sampai hubungan semaput di tengah jalan. Jadi siapa sebenarnya orang ketiga? dirimu yang bertahun-tahun menjalin kisah asmara atau orang sebelum kamu yang baru terkuak keberadaannya? aku tidak begitu paham, semua menyakitkan.

Ada sebuah peristiwa yang sangat aku percaya. Kata orang saat kita melakukan sesuatu yang sama secara berulang selama dua puluh satu hari, kita akan menjadi terbiasa. Nampaknya aku sangat percaya dengan bahasan itu. Seseorang yang bertemu selama 21 hari secara berturut-turut, hatinya pun gampang terpaut. Tidak perlu kaget, hal semacam ini sudah dilakukan oleh orang-orang yang sifatnya seperti tempe menjamur selama berpuluh-puluh hari. Busuk

Kalau boleh jujur, ada yang berbeda dari diriku. Terutama saat setelah hadirmu tiada. Semenjak kepergianmu aku terkena sakit pundak. Anehnya, pundakku sering merasa resah. Aku heran kenapa bisa begitu? Pradugaku berkata barangkali sisa bekas kepalamu belum sempat memudar. Sisa dari segala kisah dan cerita lama yang tak kunjung tuntas masih terngiang di telinga. Jangan salah aku sedang hilang arah.

Aku sangat bersyukur, hari ini tuhan sudah menampakkan orang ketiga yang kamu bawa. besok! barangkali keempat, kelima, keenam bahkan ke dua puluh empat sekalipun. Aku mencoba bersikap biasa saja, karena sekalinya orang bertingkah selamanya tidak akan bisa berubah. Tidak perlu menutupi atau mengelak untuk mencari alasan. Alangkah lebih baik sudahi semuanya atau dirimu sendiri yang akan hancur seketika.

Mereka yang sering bermain-main dengan hati, selamanya tidak akan pernah merasakan ketulusan hati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEUTAS KALIMAT PERSEMBAHAN

SAID I LOVE YOU FOR 49 DAYS

SEPERTI LAGU // RUMAH KE RUMAH