Postingan

GARIS USANG

Gambar
Aku terbangun (02.59) jauh dari kantuk terselimut di ujung mimpi. Pada hujan yang terus-terusan turun entah kapan reda. Tidak ada musim panas yang aku temukan. Padahal jiwaku sungguh gerah gelisah terhimpit rindu. Aku menandainya dengan beberapa garis, aku ukur apakah rinduku masih masuk di akal atau hanya sebatas singgah sebentar. Sialan aku tidak bisa kembali memejamkan mata, apakah aku harus mengulang doa yang selama ini aku layangkan? Agar timbul ketenangan. Setelahnya aku mencoba keluar sebentar, melihat jalanan sangat sepi. Terasa hening namun banyak orang seumuran sedang diserang harapan besar yang selalu berisik di kepala. Membayangkan betapa banyaknya mereka yang ingin berjuang dan membuat dirinya berharga. Ada hal besar yang harus meraka pikul, mereka pikirkan dan memulai.  Sangat naif jika isi kepalaku hanya terpenuhi oleh gadis sepertimu, aku juga ingin memikirkan banyak hal yang sama dengan orang lain impikan. Aku juga ingin menjadi orang dengan aktivitas n...

MAWAR DI BUMI RAFFLESIA

Gambar
Alis berkedut bab mendambamu masih terus berlanjut. Seberapa sering hujun turun, sebanyak apapun rintik terhambur aku masih merasakan rasa yang sama. Sudah selama itu waktu-waktu abai terlewat aku hampir tidak menyadarinya. Selamat kalau dirimu menyudahi terlebih dahulu. Aku tidak pernah mempersiapkan apapun. Kalau boleh mengingat, beberapa tahun lalu aku menuliskan beberapa kata. Aku bingung menamainya aku tulis saja semua judulku adalah kamu. Aku juga tengah berjanji untuk tidak menautkan hati pada siapapun sebelum tujuan pertamaku usai. Ujian terberatku juga teratasi. Aku pernah menyebut ujian terbesar perihal jatuh hati. Sampai kini masih tertahan.  Terkadang aku juga sempat berpikir setiap teringat tentang dirimu hanya bermunculan tangisan. Semakin hari semakin terus-terusan. Beberapa paparazi masih tersimpan dengan rapi. Aku juga tidak henti memperhatikan setiap penampilan yang selalu menarik hati. Suara khas yang terdengar, pancaran mata yang berbinar, semuanya. ...