Postingan

CANTIK SEUTUHNYA

Gambar
Jalanan terguyur air hujan, paras cantikmu tertutup debu-debu. Bolehkah aku mengusapnya? Setelah kemarau berkepanjangan aku tidak mengira akan tiba saatnya turun hujan. Aku tidak bisa menafsirkan, apakah hujannya tersemat sebuah pertanda. Kalau dipikir-pikir suasana hatiku juga tidak sedang bersedih. Bintang yang kemarin sempat menghilang, sudah aku temukan kembali. Dimana? di dua bola mata indahmu. Mata-mata saat setelah dipejamkan, bermunculan keindahan khas. Semula dipalingkan, kini menjadi tatapan tajam. Aku sangat menyukainya. Sebelumnya aku ingin meminta maaf, kalau bahasaku sedikit kaku. Aku menulis sembari menjaga jemariku agar tidak bergemetar. Seharian aku hujan-hujanan, aku berlari, aku terpeleset dan aku terjatuh, di pelukanmu. Biar saja aku berjatuh-jatuhan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. Jangan sampai ada luka, sebab aku tidak akan memaafkan diriku sendiri. Meski tidak begitu terlihat, aku sangat ingin menjagamu. Sudah, aku tengah berbahagia. Ciptaa...

LUKA-LUKA MELUPA

Angin beradu kencang, sepanjang malam tak kunjung bertemu bintang. Bintangnya tengah  menghilang beberapa saat .  Cuaca tak menentu seringkali membuatku bertanya apakah hendak turun hujan? aroma sepi selalu menusuk hidung dan terngiang di telinga. Keheningan mulai mengendap ketika suara teriakan mengganggu mulai tak terdengar. Apakah aku harus mencarinya? kemana?  Dahulu saat aku bercerita perihal fase pemulihan diri. Aku tidak pernah menduga akan tiba saatnya pada fase jatuh hati kembali. Aku tidak pernah memberikan persiapan pada diriku. Aku heran kenapa orang sepertiku diberi rasa suka kembali. Nampaknya takdir Tuhan lebih kuat dari doa-doa yang selama ini aku layangkan. Saat ini aku juga berada ditahap membersihkan diri agar menjadi lebih baik. Kelak saat aku sedang jatuh hati agar tidak menerima jatuhnya saja. Aku juga ingin mendapat hati, hati siapa? Hatimu. Fase jatuh hati kembali membuatku rapuh. Aku tengah kebingungan untuk maju sekarang atau nanti. Aku melihat m...