Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

NURANI SEPI DI SISA MALAM, TUHAN TERABAIKAN

Aku melihat banyak yang berdiri di tepi malam, menunggu namanya disebut tanpa pernah benar-benar ditanya apakah hatinya siap. Keinginan-keinginan liar datang seperti tamu yang selalu dimuliakan, sementara harga diri dibiarkan menunggu di luar pintu. Semua terasa seperti pilihan yang wajar, seolah tidak ada yang benar-benar hilang selama senyum masih bisa dipasang. Padahal setiap panggilan sering kali hanya jalan sunyi menuju kerugian yang tak langsung terasa. Kenikmatan sesaat pandai menyamar, seakan ia hadiah, padahal sering kali hanya jebakan yang halus. Aku pernah melihat yang seperti itu, berdiri canggung di pinggir malam, seolah ingin pulang tapi tak tahu harus ke mana. Wajahnya masih terlalu muda untuk terlihat setegar itu, tapi matanya menyimpan lelah yang tak biasa. Ia bicara seperlunya saja, seakan setiap kata harus dijaga agar tak membuka rahasia. Dari caranya diam, terasa ada hidup yang dijalani bukan karena ingin, melainkan karena terpaksa. Sejak saat itu aku tahu, tidak se...

BUKAN ATAU BAHKAN SEHARUSNYA

Siapa yang paling bertanggung jawab saat seorang pria jatuh cinta? Siapa yang harus disalahkan ketika rindu tumbuh tanpa izin, ketika harapan menyusun masa depan yang tak pernah dijanjikan? Apakah hati yang terlalu cepat percaya, atau tatapanmu yang terlalu mudah dimaknai? Aku ingin menunjuk sesuatu, siapa saja, agar ada yang bisa kupersalahkan. Karena menerima kenyataan terasa jauh lebih menyakitkan daripada marah pada keadaan. Aku tidak pernah meminta perasaan ini datang sedalam ini. Ia tumbuh perlahan, lalu tiba-tiba mengakar. Aku merawatnya diam-diam, memberinya ruang, membiarkannya hidup dalam kemungkinan yang kubangun sendiri. Dan hari itu, ketika aku melihatmu berjalan bersamanya, semua kemungkinan itu runtuh dalam satu pandangan. Tidak ada peringatan. Tidak ada jeda untuk bersiap. Aku tidak terima. Bukan karena kamu memilihnya, tapi karena aku merasa sempat memiliki peluang yang tak pernah benar-benar ada. Selama ini aku membaca tanda yang mungkin hanya kebetulan. Aku mengartik...