Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

KEPADA AKU

Kepada aku, yang dulu terlalu sibuk menulis tentang seseorang sampai lupa menuliskan tentang diri sendiri. Hari ini, biarlah aku menulis untukmu — bukan tentang siapa yang pergi, tapi tentang siapa yang harus tetap bertahan. Sudah terlalu lama aku menjadikan cinta sebagai alasan untuk menyiksa diri sendiri, seolah mencintai seseorang berarti menghapus segala yang aku butuhkan. Padahal, cinta yang baik seharusnya menumbuhkan, bukan mengikis pelan-pelan apa yang kita punya. Dulu, aku berpikir bahwa mencintai adalah tentang seberapa jauh aku bisa berkorban. Aku menunggu pesan yang tak datang, mencari tanda di tempat yang salah, dan menaruh harapan di dada yang tidak lagi punya ruang untukku. Semua itu kulakukan tanpa menyadari bahwa aku sedang perlahan kehilangan arah — bukan karena dia, tapi karena aku tak pernah berhenti menyalahkan diri sendiri atas perasaan yang tulus. Aku ingat betul masa-masa di mana malam menjadi saksi dari banyak keheningan. Aku menulis namanya di banyak catatan, ...